Dihirupnya udara ibu kota negerinya dalam-dalam. Oh.., ternyata kota ini tetap penuh polusi walau pun telah ditinggalkan selama berbulan-bulan. Langkahnya menuju pangkalan taksi bandara, dan segera memerintahkan sopir taksi menuju hotel besar di tengah kota. Sengaja dia tak menuju rumah yang telah sangat dirindukannya, demi memberikan hadiah ulang tahun untuk seseorang yang begitu dicintainya minggu depan.
Selama seminggu penuh, sepanjang sore hingga malam hari dihabiskannya untuk berburu objek foto yang dia yakin akan diterima dengan senang hati oleh orang tersebut. Dengan setia diikutinya kemana pun sang objek foto bergerak. Dengan lensa telenya, diabadikanlah momen-momen indah itu.
Satu hari sebelum ulang tahun orang yang sangat dicintainya itu, foto-foto hasil bidikannya dicetak dengan hati-hati agar hasilnya sebagus mungkin. Setelah semua hasil cetakan itu kering, dibungkusnya dengan kotak kado yang indah dan tak lupa diselipkan sebuah surat disana.
Esok harinya, pagi-pagi betul pulanglah dia menuju rumah yang sudah sangat dirindukannya. Dibangunkannya perempuan yang sangat dicintai itu dengan kecupan lembut dikening sambil berkata: “Selamat ulang tahun, Sayang. Semoga kau bahagia selalu. Hanya ini yang bisa kuberikan, dan maaf aku hanya pulang sebentar”. Setelah mengemasi barangnya, lelaki itu pun beranjak pergi.
Saat perempuan itu membuka bingkisan, tangannya bergetar melihat momen-momen indahnya dengan lelaki lain telah tersusun rapi dalam album. Dibacanya surat yang terselip. “Matamu dalam foto ini menunjukkan bahagia yang tulus, serta senyummu merekah indah. Sesuatu yang telah lama tak kulihat. Kumpulan kebahagiaanmu ini merupakan hadiah ulang tahunmu yang pertama dariku. Hadiah yang kedua adalah kau kubebaskan dari kewajiban sebagai seorang istri. Dan semoga engkau mampu bahagia selamanya dengan dia. Maafkan bila tidak bisa membuatmu bahagia. Love. Aku”
NB: Tulisan fiksi ini dibuat dalam rangka memeriahkan Ubud Writers and Readers Festival 2010.
http://flashfiction.ubudwritersfestival.com/2010/09/bahagiamu-bahagiaku/
Aku shock! Mas teno ternyata jago banget nulis cerpen… sangat menyentuh lagi! Padahal kalo ketemu aslinya ga menunjukkan hal serupa..
Bagusssssssss mas…
Makasih… Tersanjung sekali dengan pujian sampeyan.
ane uda ke TEKAPEH…. mahstab masbro….
Makasih…