Omong kosong

Duh, kepala saya pusing, mumet kata orang jawa. Perut saya mules. Kenapa ini? Harus segera dicari tahu penyebabnya, kalo nggak, akan mengganggu kinerja saya sebagai seorang professional pengangguran. Sebelum ketahuan penyebabnya, saya mencoba meredakan sakit tersebut dengan refreshing. Ah, agak mendingan setelah main game selama 2 jam.

Nonton TV ah, siapa tahu sakitnya hilang setelah liat TV. Pas, TV menyala, yang terlihat pertama adalah berita paling layak jual saat ini, “KEJADIAN MONAS”. Langsung kepala dan perut saya kembali memberontak. Oh, jadi ini pangkal perkara sakit di tubuh ini. Hwahaha….!!!!

Begitu banyak masalah di negara ini yang harus diselesaikan, baik itu ASAP maupun tidak. Terus kenapa mereka malah asik-asikan perang sendiri? Kenapa mereka tidak mencoba untuk mencari pemecahan dengan cara musyawarah? Kenapa harus adu keras badan? Kenapa yang terakhir adalah, kenapa mereka tidak bersatu padu untuk mencari pemecahan begitu banyak masalah di negeri ini? Katanya otak dan kemampuan berpikir adalah anugrah paling tinggi yang diberikan pada manusia. Katanya satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.

Ayo dong sodara sebangsaku, jangan bikin orang lain resah, gelisah, takut dan panik dengan konflik horisontal lagi. Belum cukupkah konflik Poso, Papua, Ambon, Aceh, serta konflik2 yg lain? Masih haruskah darah anak bangsa ini ditumpahkan oleh sodaranya sendiri? Damai itu indah kan? Bersatu padu untuk memperbaiki negara ini juga indah bukan? Jangan beralasan bahwa kita tidak bisa berbuat apa-apa sebab kita tidak punya posisi/jabatan. Mari kita mulai dari diri sendiri. Mari kita mulai dari level paling rendah, yaitu berteriak dalam hati.

Ah, sudah cukup omong kosong saya. Hwehehe…!!!!

1 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    Pakde Sontoloyo berkata,

    judul itu pas untuk mengatakan kepada segala sesuatu yang ada didunia ten. Ada orang israel yang omong kosong bisa membelah laut, ada cerita dari jazirah arabia bahwa mereka bisa sekejab datang ke tembok ratapan di Yuresalem yang jaraknya ribuan kilo meter pergi-pulang dalam semalam.
    Ada cerita dari surabaya, tahun 1945 kota jatuh dengan korban ribuan, selalu mereka banggakan sebagai kemenangan. Bahkan diperingati.
    Sumpah pemuda yang isinya kamu kutip itu bukanlah pernyataan seluruh rakyat indonesia, tapi hanya klaim para pemuda aristokrat yang berjiwa feodal.sehingga wajar jika pertentangan masih saja terjadi.
    Dalam tulisanmu ada 6 pertanyaan( soale ada lima tanda tanya)
    1. P: kenapa mereka malah asik-asikan perang sendiri?
    2. P:Kenapa mereka tidak mencoba untuk mencari pemecahan dengan cara musyawarah?
    3. P: Belum cukupkah konflik Poso, Papua, Ambon, Aceh, serta konflik2 yg lain?
    4. P:Masih haruskah darah anak bangsa ini ditumpahkan oleh sodaranya sendiri?
    5. P: Damai itu indah kan?
    6. P: Bersatu padu untuk memperbaiki negara ini juga indah bukan?
    jawabnnya adalah

    Adam yang kata perjanjian lama(taurat) adalah manusia pertama, dan ini juga dibenarkan oleh Perjanjian Baru serta Al Quran. ketika diciptakan menimbulkan reaksi yang keras dari setan. dan Adam sendiri kalah oleh setan sehingga harus keluar dari surga. Sementara itu 2 anak mereka habil dan qubil juga terlibat peperangan( perkelaian). dan cerita tentang peperangan selalu menghiasi perjalanan manusia. Tokoh besar macam David, Solomon, Nabukadnezar, Hammurabbi, Priam, Achiles, Dorius, Aleksander yang agung, Julius Cesar, Muhammad,, Jengis Khan dan Khan yang lain tapi bukan Shakruk Khan, Gajah Mada, George Woshington, Lenin adalah panglima perang. Dan deretan pahlawan kita yang namanya masyur kebanyakan juga panglima perang seperti Sultan Agung, Imam Bonjol, PAngeran Diponegoro, Sultan HAsanuddin, Kapitan Pattimura, Sudirman, Suharto.
    Dan bukankah panglima perang yang menang dapat menuliskan sejarahnya, sehingga kalau tidak ada peperangan maka orang tidak akan diingat. Pemimpin yang hidup dalam masa damai akan dilupakan. Dalam kedamaian yang ada hanya monoton dan akan membuat kebosanan, seorang barat (lali aku jenenge) pernah menulis puncak dari sebuah peradaban adalah sebuah kedamaian, dan setelah berdamai yang terjadi adalah penurunan. Bangsa Yunani jadi bangsa yang berpikir dan kerja keras ketika negara dalam keadaan perang atau dalam masa genjatan senjata. dan ketika ada kedamai mereka dilupakan oleh orang serta peradaban mereka juga hancur total. Damai membuat orang tidak waspada, entah kalau seluruh dunia satu pemerintahan mirip konsep internasionalis kaum leninisme.
    Damai yang monoton dan membosankan tentunya amat ditakuti walaupun itu juga sangat indah. Lihat jamannya Nabi Luth ketika pada masa yang damai dan menoton yang terjadi adalah kebosanan sehingga diantara mereka kemudian menyukai sesama jenis. juga lihat negara skandinavia yang makmur dan damai mereka hanya jadi orang kaya tanpa pengaruh.
    Tapi kalau kata Mayjend(Purn) Kivlan Zen yang juga sering dikutip Emha Ainun Najib adalah wajar jika kalau bangsa indonesia selalu dilanda konflik lihat lagu Indonesia Raya. kalau gak salah ada kata-kata Indonesia Tanah Airku, Indonesia Tanah Tumpah Darahku. Jadi wajar kalau banyak darah tumpah sebab lagunya memang begitu.
    serta cerita yang seru dan asik adalah ketika ada konflik.
    karena itu ketika beban ekonomi yang menghimpit dan masa depan yang suram, konflik atau peperangan dapat dijadikan hiburan.
    selain itu media akan sangat suka dengan berita yang isinya penuh dengan peperangan, bahkan ada istilahnya Bad News is Good News.
    Musyawarah hanya bisa terjadi jika ada seorang atau institusi yang kuat, sehingga segala perbedaan akan dicoba untuk di minimalkan. lihat jamannya orde baru pemilihan presiden itu musyawarah mufakat.
    Ten, waktu moco Bersatu padu untuk memperbaiki negara ini juga indah bukan aku eling onok jenderal frustasi yangdiawal SBY terpilih gagal dadi mendagri, dia sekarang sangat genjar didaerah-daerah dia selalu ngomong “kita harus berani bersatu, sebab bersatu itu indah”
    kalau masalah Poso, Ambon, Papua, Aceh dan tempat lain yang masih berkonflik. Justru dengan adanya konflik mereka diuntungkan, aku pernah 2 tahun diambon karena konflik mereka sekarang sedang menikmati hasilnya, pembangunan maju pesat, uang yang beredar jadi semakin banyak. aku yakin kalau tidak ada konflik maluku tetap hanya 3 kota dan 3 kabupaten dengan Total APBD hanya Rp. 2 trilyunan. sekarang mereka 2 propinsi, 4 kota, dan hampir 20 kabupaten dengan kenaikan prosentase APBD dihitung pakai harga konstan mencapai 6 kali lipat. Sementara Papua Aceh, Poso juga demikian halnya.
    kesimpulannya konflik didaerah itu adalah untuk menarik dana lebih besar masuk kedaerah. dan korban adalah sebuah kewajaran. Jer Basuki Mawa Bea, semua kebahagian membutuhkan pengorbanan kata slogan propinsi Jawa Timur.
    (semua jawaban diatas bukan pendapat pribadi, tapi hasil kompilasi dari berbagai sumber)
    Jancuk iki omong kasong apa lagi.
    piye kabare.


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda