Arsip untuk Juni, 2008

Omong kosong

Duh, kepala saya pusing, mumet kata orang jawa. Perut saya mules. Kenapa ini? Harus segera dicari tahu penyebabnya, kalo nggak, akan mengganggu kinerja saya sebagai seorang professional pengangguran. Sebelum ketahuan penyebabnya, saya mencoba meredakan sakit tersebut dengan refreshing. Ah, agak mendingan setelah main game selama 2 jam.

Nonton TV ah, siapa tahu sakitnya hilang setelah liat TV. Pas, TV menyala, yang terlihat pertama adalah berita paling layak jual saat ini, “KEJADIAN MONAS”. Langsung kepala dan perut saya kembali memberontak. Oh, jadi ini pangkal perkara sakit di tubuh ini. Hwahaha….!!!!

Begitu banyak masalah di negara ini yang harus diselesaikan, baik itu ASAP maupun tidak. Terus kenapa mereka malah asik-asikan perang sendiri? Kenapa mereka tidak mencoba untuk mencari pemecahan dengan cara musyawarah? Kenapa harus adu keras badan? Kenapa yang terakhir adalah, kenapa mereka tidak bersatu padu untuk mencari pemecahan begitu banyak masalah di negeri ini? Katanya otak dan kemampuan berpikir adalah anugrah paling tinggi yang diberikan pada manusia. Katanya satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.

Ayo dong sodara sebangsaku, jangan bikin orang lain resah, gelisah, takut dan panik dengan konflik horisontal lagi. Belum cukupkah konflik Poso, Papua, Ambon, Aceh, serta konflik2 yg lain? Masih haruskah darah anak bangsa ini ditumpahkan oleh sodaranya sendiri? Damai itu indah kan? Bersatu padu untuk memperbaiki negara ini juga indah bukan? Jangan beralasan bahwa kita tidak bisa berbuat apa-apa sebab kita tidak punya posisi/jabatan. Mari kita mulai dari diri sendiri. Mari kita mulai dari level paling rendah, yaitu berteriak dalam hati.

Ah, sudah cukup omong kosong saya. Hwehehe…!!!!

Komentar (1) »