Chapter 1
Terinspirasi
Entah di tahun berapa, saya melihat video klip RATM untuk pertama kalinya. Ketika melihat Zack de la Rocha masih dengan rambut gimbalnya spontan saya berucap “Wah, keren”. Dan sejak itu saya terus terbayang-bayang, bahkan terobsesi untuk punya rambut gimbal
Chapter 2
Akhirnya…
Setelah menunggu bertahun-tahun, akhirnya kesempatan itu datang. Setelah 6 jam proses penggimbalan yang melelahkan, akhirnya kesampaian juga berambut gimbal. Perasaan saya? Jelas bahagia, walopun kepala jadi terasa sedikit berat.
Chapter 3
Uh…,capek
Begitu sampe dirumah, yang pertama saya lakukan adalah keramas. Dan berat, sakit, serta ribetnya luar biasa. Berat? Jelas, karena air terserap oleh gimbalan, Sakit? Iya, kulit kepala ini rasanya mau copot. Ribet? Ho’oh, karena harus memeras rambut agar cepat kering. Sorenya, saya main tenis. Dan timbul rasa yang luar biasa panas di kulit kepala saya. Ohh…JANCUK!!!!!
Mak saya bertaruh, bahwa dalam 2 minggu rambut gimbal itu sudah akan lenyap dr kepala saya. Sedangkan adik dan kakak saya bertaruh sebulan. Saya? Saya mulai gamang, padahal niatan awal saya sampai lebaran besok.
Chapter 4
Bye..Bye..
Hari ini hari ke-empat berambut gimbal. Ketika bangun tidur, ada rasa perih disekujur kulit kepala. Dan ketika saya raba, banyak benjolan-benjolan. Setelah mendokumentasikan rambut gimbal saya, maka jatuhlah keputusan bulat. Ini harus diakhiri, sebelum timbul koreng dikepala saya.Hwehehe…!!!
Begitu rambut gimbal saya tercukur habis, maka terasa segar sekali kulit kepala ini. Menyesalkah saya? Ah, ga kok. Saya akan jauh lebih menyesal jika kepala dijangkiti koreng. Hwahaha…!!!