Desember 17, 2007
· Disimpan dalam Uncategorized
Tidak ada pekerjaan yang ringan. Semua pekerjaan membutuhkan pikiran dan tenaga. Saya pernah merasakan beberapa macam pekerjaan. Mulai dari programmer, sukarelawan, sampai kuli bangunan. Semuanya berat dan tantangannya berbeda. Tapi ada satu pekerjaan yang menurut saya luar biasa berat.
Pembersih toilet umum. Ya, pekerjaan itu saya yakin sangat berat. Pekerjaan yang mengharuskan kita untuk membersihkan “hajat” orang lain. Pekerjaan yang menuntut kesabaran dan ketekunan luar biasa. Tidak percaya? Silahkan mengunjungi toilet umum yang sedang mampet airnya. Bisa dipastikan bau amoniak tercium disana. Belum lagi ceceran benda padat (iya, tahi). Wuihhh!!!!!
Dalam kondisi normal pun, saya terbiasa untuk misuh-misuh ratusan kali (mungkin, ga’ tau ngitung). Seandainya saya jadi pembersih toilet umum, mungkin dalam satu hari saya bisa misuh beribu-ribu kali, plus mengutuk sang peninggal “hajat”. Untung saya tidak pernah melakukan hal itu (dan berharap tidak pernah).
Desember 17, 2007
· Disimpan dalam Uncategorized
Impian dan tawa bisa berkolaborasi dengan indah. Saat kita jatuh, sedih, dan hancur tawalah obat yang paling mujarab. Tapi impian dan tawa pun bisa menjadi saling bermusuhan. Hal ini terjadi dikala seseorang menertawakan impian orang lain. Apakah salah mempunyai impian? Tidak. Apakah salah menertawakan impian orang lain yang dinilai terlalu muluk? Juga tidak.
Lalu yang salah yang bagaimana? Ketika kita jatuh dan tidak bangkit lagi saat orang lain menertawakan impian kita, itu baru salah. Kenapa? Jika dilihat dari sudut pandang positif, maka tawa orang lain adalah perwujudan kasih sayang dan kepedualian. Lho, kok bisa? Tidak semua orang mau peduli dengan impian orang lain, apalagi memberi komentar dan menertawakan. Jika seseorang melakukan hal tersebut berarti dia sangat peduli, sampai mau meluangkan waktu untuk melakukan itu. Anggap saja itu sebagai cambuk (karena dicambuk itu sakit, tapi bikin bergerak) untuk berusaha lebih keras dan lebih baik.
Desember 1, 2007
· Disimpan dalam Uncategorized
Kekalahan tidak selalu membuat sakit, dendam, dan marah. Terutama kekalahan kali ini. Ini adalah kekalahan terhebat dalam sejarah perang clan. Tapi kekalahan ini sangat membuat bahagia, dan sangat memuaskan.