Ini memang belum hari raya. Tapi meminta maaf tidak harus hari raya bukan? Sorry rek, otak-ku beku. Susah diajak bekerja sama untuk menghasilkan sebuah karya. Mungkin efek dari kekurangan dari sisi finansial. Hwehehe…!!! Ancuk….Ancuk…!!!!
Omong kosong
Duh, kepala saya pusing, mumet kata orang jawa. Perut saya mules. Kenapa ini? Harus segera dicari tahu penyebabnya, kalo nggak, akan mengganggu kinerja saya sebagai seorang professional pengangguran. Sebelum ketahuan penyebabnya, saya mencoba meredakan sakit tersebut dengan refreshing. Ah, agak mendingan setelah main game selama 2 jam.
Nonton TV ah, siapa tahu sakitnya hilang setelah liat TV. Pas, TV menyala, yang terlihat pertama adalah berita paling layak jual saat ini, “KEJADIAN MONAS”. Langsung kepala dan perut saya kembali memberontak. Oh, jadi ini pangkal perkara sakit di tubuh ini. Hwahaha….!!!!
Begitu banyak masalah di negara ini yang harus diselesaikan, baik itu ASAP maupun tidak. Terus kenapa mereka malah asik-asikan perang sendiri? Kenapa mereka tidak mencoba untuk mencari pemecahan dengan cara musyawarah? Kenapa harus adu keras badan? Kenapa yang terakhir adalah, kenapa mereka tidak bersatu padu untuk mencari pemecahan begitu banyak masalah di negeri ini? Katanya otak dan kemampuan berpikir adalah anugrah paling tinggi yang diberikan pada manusia. Katanya satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.
Ayo dong sodara sebangsaku, jangan bikin orang lain resah, gelisah, takut dan panik dengan konflik horisontal lagi. Belum cukupkah konflik Poso, Papua, Ambon, Aceh, serta konflik2 yg lain? Masih haruskah darah anak bangsa ini ditumpahkan oleh sodaranya sendiri? Damai itu indah kan? Bersatu padu untuk memperbaiki negara ini juga indah bukan? Jangan beralasan bahwa kita tidak bisa berbuat apa-apa sebab kita tidak punya posisi/jabatan. Mari kita mulai dari diri sendiri. Mari kita mulai dari level paling rendah, yaitu berteriak dalam hati.
Ah, sudah cukup omong kosong saya. Hwehehe…!!!!
GIMBAL IN 4 DAYS
Chapter 1
Terinspirasi
Entah di tahun berapa, saya melihat video klip RATM untuk pertama kalinya. Ketika melihat Zack de la Rocha masih dengan rambut gimbalnya spontan saya berucap “Wah, keren”. Dan sejak itu saya terus terbayang-bayang, bahkan terobsesi untuk punya rambut gimbal
Chapter 2
Akhirnya…
Setelah menunggu bertahun-tahun, akhirnya kesempatan itu datang. Setelah 6 jam proses penggimbalan yang melelahkan, akhirnya kesampaian juga berambut gimbal. Perasaan saya? Jelas bahagia, walopun kepala jadi terasa sedikit berat.
Chapter 3
Uh…,capek
Begitu sampe dirumah, yang pertama saya lakukan adalah keramas. Dan berat, sakit, serta ribetnya luar biasa. Berat? Jelas, karena air terserap oleh gimbalan, Sakit? Iya, kulit kepala ini rasanya mau copot. Ribet? Ho’oh, karena harus memeras rambut agar cepat kering. Sorenya, saya main tenis. Dan timbul rasa yang luar biasa panas di kulit kepala saya. Ohh…JANCUK!!!!!
Mak saya bertaruh, bahwa dalam 2 minggu rambut gimbal itu sudah akan lenyap dr kepala saya. Sedangkan adik dan kakak saya bertaruh sebulan. Saya? Saya mulai gamang, padahal niatan awal saya sampai lebaran besok.
Chapter 4
Bye..Bye..
Hari ini hari ke-empat berambut gimbal. Ketika bangun tidur, ada rasa perih disekujur kulit kepala. Dan ketika saya raba, banyak benjolan-benjolan. Setelah mendokumentasikan rambut gimbal saya, maka jatuhlah keputusan bulat. Ini harus diakhiri, sebelum timbul koreng dikepala saya.Hwehehe…!!!
Begitu rambut gimbal saya tercukur habis, maka terasa segar sekali kulit kepala ini. Menyesalkah saya? Ah, ga kok. Saya akan jauh lebih menyesal jika kepala dijangkiti koreng. Hwahaha…!!!